Senin, 13 Agustus 2012

Waspadai HTLV dalam ASI Donor

AIR Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi. Tapi sayangnya, ASI juga bisa menularkan berbagai virus. Beberapa virus yang terdeteksi dalam ASI yaitu HIV-1, Hepatitis B, cytomegalivirus (1:100), west nile virus, dan human T-cell lymphotropic virus (HTLV) 1 dan 2. Semua virus itu cukup dikenal di masyarakat, tapi ada satu yang masih awam diketahui yakni HTLV.

Karena itulah, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS tidak merekomendasikan pemberian ASI donor yang tidak melalui skrining.

Virus HTLV 1 dan 2 menginfeksi sel spesifik di dalam tubuh sebagai limfosit, salah satu jenis leukosit. HTLV dapat disebarkan melalui kontak erat dengan individu yang terinfeksi. Termasuk menggunakan jarum suntik secara bergantian di antara pecandu obat, ASI dari ibu terinfeksi, kontak seksual dengan orang terinfeksi, dan transfusi darah sebelum 1988.

“Indonesia belum ada saran dan fasilitas untuk menidentifikasi virus ini karena terhambat biaya. Namun, hal ini bisa diatasi dengan pasteurisasi pretoria yakni cara mudah mematikan HIV dan HTLV,” kata Satgas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Rosalina D Roeslani, di kantor IDAI, Matraman, Jakarta Pusat, Rabu (1/8).

Ia menjelaskan, kasus HTLV-1 paling banyak ditemukan di Jepang bagian selatan, beberapa negara Karibia, Afrika dan Amerika Selatan seperti Brasil, Kolumbia, Peru, dan Cile. Selain itu, juga ditemukan di Papua Nugini, Timur Tengah, dan Melanesia.

“Sayangnya belum ada data tentang kasus penyakit ini di Indonesia karena tidak ada sarana laboratorium.”

Hingga kini, belum ada pengobatan yang mengeliminasi virus tersebut pada mereka yang telah terjangkit. Hanya ada beberapa pengobatan yang meringankan gejalanya. Paling tidak, virus itu bisa dicegah dengan menghindari penggunaan obat intravena, kontak seksual tak aman, dan ASI dari ibu yang terinfeksi. (MI/Wtr4)

Sumber : metrotvnews

0 comments:

MPASI Buatan Bunda   © 2008. Template Recipes by Emporium Digital

TOP